Senin, 13 Desember 2010

USAHA BERHENTI MEROKOK


Usaha untuk melepaskan diri dari merokok harus datang dari kemauan sendiri, setelah menyadari bahwa merokok dapat merusak kesehatan diri dan sekitar.


Kemauan ini harus didukung oleh tekad yang kuat,  yang dapat di perkuat dengan sering mengucapkan: " saya bertekad untuk tidak merokok lagi ".


Usaha untuk menghentikan merokok, sebaiknya jangan dilakukan setahap demi setahap, melainkan dilakukan dengan seketika. Penderitaan bagi perokok berat yang mengurangi rorkonya sedikit demi sedikit, sama bertanya dan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan mereka yang menghentikan rokok dengan seketika.

Kalau keinginan untuk merokok sangat terasa, mandi atau berenanglah selama 15 - 30 menit. Orang yang berkecimpung dalam air akan merasakan badannya segar dan pada saat itu keinginan untuk merokok dapat ditekan


Atau pada saat itu keinginan untuk merokok dapat ditekan. Atau pada saat semacam itu dapat pula dilakukan gerak badan dan latihan pernapasan.

Saat yang dirasakan paling berat bagi mereka yang sedang berusaha menhentikan merokok, terutama adalah minggu pertama. Bila minggu pertama berlalu dengan selamat, usaha selanjutnya hanya berupa memelihara yang telsh dicapai, dan dapat diharapkan akan berjalan dengan lancar. 

Selanjutnya yang perlu diperhatikan berjalan dengan lancar. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah memelihara tekad untuk tidak merokok lagi dan menjaga jangan sampai badan kegemukan
https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3077170903199718030-1614244886361932339?l=aadesanjaya.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/%7Er/AdeSanjaya/%7E4/kqaFhgohpnM?utm_source=feedburner&utm_medium=email
Apa Karies Gigi itu ?

Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang ditandai dengan mulainya kerusakan pada lapisan email gigi.


Apa penyebab Karies gigi ?

Asam tyang terbentuk dari sisa-sisa makanan yang ditumbuhi oleh bakteri pada gigi - gigi yang tidak di bersihkan.



Apakah Gejalanya ?

  • Adanya bercak putih/hitam pada permukaan gigi tanpa ada rasa sakit.
  • Adanya rasa sakit pada gigi bila ada rangsangan (dingin, manis)
  • Adanya rasa sakit pada gigi secara spontan/tanpa rangsangan


Bagaimana Terjadi Karies  ?

  • Sisa makanan pada gigi yang tidak di bersihkan bercampur air liur dan bakteri dalam mulut ( Plak )
  • Plak yang ditumbuhi bakteri menghasilkan asam yang akan merusak email gigi
  • Kerusakan permukaan gigi di mulai dari lap email, sehingga gigi berlubang/karies.

Bagaimana mencegah karies gigi ?
  • Menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi minimal 2 kali sehari pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur
  • Kumur - Kumur dengan air sesudah makan
  • Membersihkan gigi dengan benang ( dental flos )
  • Mengurangi makan makanan yang manis dan asam
  • Memeriksa gigi secara teratur kepada dokter gigi

Bagaimana perawatan karies gigi ?

Datanglah ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan  ( Penambalan )

Bila gigi tidak dirawat maka :
  • Proses penyakit berjalan terus
  • Gigi menjadi mati dan busuk, gigi yang busuk menjadi sarang kuman dan sumber infeks bagi organ tubuh lainnya
  • Gigi yang rusak menyebabkan susah mengunyah makanan dengan baik

Mudahan kita semua selalu menjaga dan merawat gigi kita dari penyakit yang menyerang gigi kita, GIGI sehat WHY NOT ?

SENI MENDENGAR

Seni Mendengar

Ditulis oleh: Anne Ahira



Banyak orang bisa 'berkata', namun
sedikit yang mau 'mendengar'.

Padahal jika kita mau kembali ke hukum
alam, seharusnya kita harus lebih
banyak mendengar daripada bicara.
Bukankah Tuhan memberi kita dua
telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi
yang baru lahir. Indra pendengaran
lebih dulu berfungsi daripada yang
lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih
susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar
adalah hal yang gampang, namun nyatanya
banyak orang yang lebih suka
didengarkan daripada mendengarkan.
Mendengarkan merupakan bagian esensi
yang menentukan komunikasi efektif.
Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,
biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa
kitalah yang paling benar. Kita tidak
tertarik untuk mendengarkan opini yang
berbeda dan hanya tergantung pada cara
kita.

Selalu merasa benar, paling kompeten,
dan tidak pernah melakukan kesalahan.
Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita
benar, dan cara kitalah yang paling
tepat, itu berarti kita tidak pernah
mendengarkan.

Ide dan opini kita sangat sukar untuk
diubah jika fakta tidak mendukung
keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta
pun kita mungkin hanya akan sekedar
meliriknya saja.

Mungkin saat ini kita nyaman dengan
cara kita, tapi untuk jangka waktu yg
panjang, orang-orang akan menolak dan
membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan
orang lain, maka suatu saat kita akan
menyadari kesalahan kita. Jawaban
untuk mengatasi sifat ini adalah
mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup
mulut, tapi juga melibatkan partisipasi
aktif kita. Mendengar yang baik bukan
berharap datangnya giliran berbicara.

Mendengar adalah komitmen untuk
memahami pembicaraan dan perasaan lawan
bicara kita. Ini juga sebagai bentuk
penghargaan bahwa apa yang orang lain
bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.
Pada saat yang sama kita juga bisa
mengambil manfaat yang maksimal dari
pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah
relationship. Jika kita melakukannya
dengan baik, orang-orang akan tertarik
dengan kita dan interaksi kita akan
semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat
dipraktekkan oleh Muhammad dengan sangat
wajar untuk menjadi seorang pendengar
yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik.
    Ini menunjukkan kepada lawan bicara
    tentang keterbukaan dan kesungguhan
    kita

2. Condongkan tubuh ke depan.
    Ini menunjukkan ketertarikan kita
    pada topik pembicaraan. Cara ini
    juga akan mengingatkan kita untuk
    memiliki sudat pandang yang lain,
    yaitu tidak hanya fokus pada diri
    kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang
    butuh klarifikasi atau ada informasi
    baru yang perlu kita selidiki dari
    lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang
    menarik. Hal ini bisa membuat
    percakapan lebih hidup dan tidak
    monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata
    yang diucapkan oleh lawan bicara kita.
    Ini menunjukkan bahwa kita memang
    mendengarkan dengan baik hingga hapal
    beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami
    apa yang ia katakan, meskipun kita tidak
    suka atau marah. Dari sini kita akan
    mengetahui nilai-nilai yang diterapkan
    lawan bicara kita, yang mungkin berbeda
    dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bisa
jadi kita akan menemukan sudut pandang,
wawasan, persepsi atau kesadaran baru,
yang tidak terpikirkan oleh kita
sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya
hampir sama menariknya dengan pembicara
yang baik. Jika kita selalu pada pola
yang benar untuk jangka waktu tertentu,
maka suatu saat kita akan merasakan
manfaatnya.

Prosesnya mungkin akan terasa lama dan
menjemukan, tapi lama-kelamaan akan
terasa berharganya upaya yang telah
kita lakukan. Kita akan merasa lebih
baik atas diri kita, hubungan kita,
teman-teman kita, anak-anak kita,
maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang
baik, karena sifat ini bisa menjadi
kunci untuk mengembangkan pikiran
yang positif
, dan merupakan salah satu
tangga Muhammad untuk mencapai kesuksesan! :-)

Minggu depan saya akan mengirimkan
artikel tentang "Tips Bagaimana
Menciptakan Perubahan"

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!



Banyak orang yang suka mengeluh dalam
hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan
nasib buruk yang menimpanya.

Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan
kehidupannya menjadi lebih baik, bukan?

Ada pepatah bijak mengatakan :

     "You can not chance the wind direction,
       but you can only chance your wing
       direction"


Kita  tidak akan pernah bisa merubah
arah angin, yang dapat kita lakukan
adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain...

'Realita' kehidupan tidak akan berubah
kecuali kita sendirilah yang mengubah
'sudut pandang' terhadap realita yang ada!

     Fakta: "Tidak ada seorang pun yang
     memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah
     yang menentukan pilihan tersebut!"

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak
ketika diingatkan akan hal di atas, tapi
kemudian berlalu kembali.... Sementara
waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak
pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan
perubahan dalam hidupnya. Dia hanya
menunggu, dan menunggu adanya
perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu
bantuan teman untuk mendapatkan
pekerjaan yang enak, sampai menunggu
warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya
dengan menunggu perubahan itu akan
datang, maka jumlah orang sukses
seharusnya jauh lebih banyak.

Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang
seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan!

Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu
kita untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens
    will be for the best!


    Lakukan dan selesaikan semua tugas
    dan pekerjaan semaksimal mungkin,
    bukan hanya terus menunggu dan
    berharap.

    Lakukan semuanya dengan tujuan
    untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*
    yang bisa capai!

2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

    Dengan banyak mengenal orang,
    maka pengetahuan kita akan semakin
    bertambah.

    Seseorang yang kelihatannya sederhana
    bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu
    yang tidak kita duga!

    Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika
    kita menjadikan 'setiap orang adalah guru'
    dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.

    Sikap ini sangat diperlukan jika ingin
    mendapatkan kesempatan yang lebih
    luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.

    Cobalah untuk memahami suatu hal
    dari berbagai sudut pandang. Jangan
    terpaku pada satu cara, yang bisa jadi
    tidak lagi relevan kita gunakan.

    Dengan bersikap fleksibel, wawasan
    kita akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu diingat:
Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,
bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil,
maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.
Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan
kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah kita tidak berharap demikian?
Jika memang tidak, tentukan perubahan...
MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!

TEORII BELAJAR !!!!

Teori belajar merupakan proses dimana dalam proses belajar menghasilkan pengajaran yang baik, manjemen yang baik dengan menggunakan teori belajar yang disukai

BEBERAPA TEORI-TEORI BELAJAR:
  1. Teori belajar Skinner “Operant Conditioning”
  2. Teori Belajar Conditining of Learning, Robert M. Gagne
  3. Teori Belajar Perkekmembangan Kognitif Jean Piaget
  4. Teori Belajar Sosial Albert Bandura
  5. Teori Belajar Orang Dewasa
  6. Teori Pembelajaran Orang Dewasa 
  7. Teori stimulus-respon
  8. Teori medan
  9. Teori asosiasi atau behaviorisme
  10. Teori organismik, gestalt dan teori medan

a)    Teori belajar Skinner “Operant Conditioning”

Teori operant conditioning dimulai pada tahun 1930-an. Burhus Fredik Skinner selama periode teori stimulus (S)- Respons ( R) untuk menyempurnakan teorinya Ivan Pavlo yang disebut “Classical Conditioning”. Skinner setuju dengan konsepnya John Watson bahwa psikologi akan diterima sebagai sain (science) bila studi tingkah laku (behavior) tersebut dapat diukur, seperti ilmu fisika, teknik, dan sebagainya.

Menurut Skinner , belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang harus dapat diukur. Bila pembelajar (peserta didik) berhasil belajar, maka respon bertambah, tetapi bila tidak belajar banyaknya respon berkurang, sehingga secara formal hasil manajemen belajar harus bisa diamati dan diukur. Hasil temuan skinner terdapat tiga komponen dalam belajar yaitu: Discriminative stimulus (SD) Response Reinforcement (penguatan) - penguatan positif- penguatan negative
b)    Teori Conditioning Of Learning, Robert M. Gagne

Teori ini ditemukan 41d7 oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya diamksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks. Menurut Gagne belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis, sehingga perkembangan tingkah laku (behavior) adalah hasil dari efek belajar yang komulatif (gagne, 1968).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa belajar itu bukan proses tunggal. Belajar menurut Gagne tidak dapat didefinisikan dengan mudah, karena belajar bersifat kompleks. Gagne (1972) mendefinisikan belajar adalah : mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang berfungsi secara kompleks. Kompetensi itu meliputi, skill, pengetahuan, attitude (perilaku), dan nilai-nilai yang diperlukan oleh manusia, sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai macam tingkah laku yang selanjutnya disebut kapasitas atau outcome. Kemampuan-kemampuan tersebut diperoleh pembelajar (peserta didik) dari : 
  1. Stimulus dan lingkungan
  2. Proses kognitif

Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut :
  1. Verbal information (informasi verbal)
  2. Intellectual Skill (skil Intelektual)
  3. Attitude (perilaku)

Cognitive strategi (strategi kognitif) Belajar informasi verbal merupakan kemampuan yang dinyatakan , seperti membuat label, menyusun fakta-fakta, dan menjelaskan. Kemampuan / unjuk kerja dari hasil belajar, seperti membuat pernyataan, penyusunan frase, atau melaporkan informasi.

Kemampuan skil intelektual adalah kemampuan pembelajar yang dapat menunjukkan kompetensinya sebagai anggota masyarakat seperti; menganalisa berita-berita. Membuat keseimbangan keuangan, menggunakan bahasa untuk mengungkapkan konsep, menggunakan rumus-rumus matematika. Dengan kata lain ia tahu “ Knowing how” Attitude (perilaku) merupakan kemampuan yang mempengaruhi pilihan pembelajar (peserta didik) untuk melakukan suatu tindakan. Belajar mealui model ini diperoleh melalui pemodelan atau orang yang ditokohkan, atau orang yang diidolakan.

Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengontrol manajemen belajar si pembelajar mengingat dan berpikir. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan melatih pembelajar memecahkan masalah, penelitian dan menerapkan teori-teori untuk memecahkan masalah ril dilapangan. Melalui pendidikan formal diharapkan pembelajar menjadi “self learner” dan “independent tinker”.
c)    Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget (Cognitive Development Theory)

Menurut Piaget pengetahuan (knowledge) adalah interksi yang erus menerus antara individu dengan lingkungan. Fokus perkembangan kognitif Piaget adalah perkembangan secara alami fikiran pembelajar mulai anak-anak sampai dewasa. Konsepsi perkembangan kognitif Piaget, duturunkan dari analisa perkembangan biologi organisme tertentu. Menurut Piaget, intelegen (IQ=kecerdasan) adalah seperti system kehidupan lainnya, yaitu proses adaptasi. Menurut Piaget ada tiga perbedaan cara berfikir yang merupakan prasyarat perkekmbangan operasi formal, yaitu; gerakan bayi, semilogika, praoprasional pikiran anak-anak, dan operasi nyata anak-anak dewas.

Ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :
  1. Lingkungan fisik
  2. Kematangan
  3. Pengaruh social
  4. Proses pengendalian diri (equilibration) (Piaget, 1977)


Tahap perkembangan kognitif :
  1. Periode Sensori motor (sejak lahir – 1,5 – 2 tahun)
  2. Periode Pra Operasional (2-3 tahun sampai 7-8 tahun)
  3. Periode operasi yang nyata (7-8 tahun sampai 12-14 tahun)
  4. Periode operasi formal

Kunci dari keberhasilan pembelajaran adalah instruktur/guru/dosen/guru harus memfasilitasi agar pembelajar dapat mengembangkan berpikir logis.

d)    Teori Berpikir Sosial (social Learning Theory)

Teori  ini dikembangkan oleh Albert Bandura seorang psikolog pendidikan dari Stanford University, USA. Teori belajar ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana orang belajar dalam seting yang alami/lingkungan sebenarnya. Bandura (1977) menghipotesiskan bahwa baik tingkah laku (B), lingkungan (E) dan kejadian-kejadian internal pada pembelajar yang mempengaruhi persepsi dan aksi (P) adalah merupakan hubungan yang saling berpengaruh (interlocking), Harapan dan nilai mempengaruhi tingkah laku. Tingkah laku sering dievaluasi, bebas dari umpan balik lingkungan sehingga mengubah kesan-kesan personal Tingkah laku mengaktifkan kontingensi lingkungan Karakteristik fisik seperti ukuran, ukuran jenis kelamin dan atribut sosial menumbuhkan reaksi lingkungan yang berbeda. Pengakuan sosial yang berbeda mempengaruhi konsepsi diri individu. Kontingensi yang aktif dapat merubah intensitas atau arah aktivitas.

Tingkah laku dihadirkan oleh model Model diperhatikan oleh pelajar (ada penguatan oleh model) Tingkah laku (kemampuan dikode dan disimpan oleh pembelajar). Pemrosesan kode-kode simbolik Skema hubungan segitiga antara lingkungan, faktor-faktor personal dan tingkah laku.

Skema
Proses Kognitif Pembelajar
Pembelajar mampu menunjukkan kompetensi/tingkah laku
Performance/unjuk kerja
Motivasi pembelajar mengolah tingkah laku

Proses perhatian sangat penting dalam manajemen pembelajaran karena tingkah laku yang baru (kompetensi) tidak akan diperoleh tanpa adanya perhatian pembelajar. Proses retensi sangat penting agar pengkodean simbolik tingkah laku ke dalam visual atau kode verbal dan penyimpanan dalam memori dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini rehearsal (ulangan ) memegang peranan penting.

Proses motivasi yang penting adalah penguatan dari luar, penguatan dari dirinya sendiri dan Vicarius Reinforcement (penguatan karena imajinasi).

Lebih lanjut menurut Bandura (1982) penguasaan skill dan pengetahuan yang kompleks tidak hanya bergantung pada proses perhatian, retensi, motor reproduksi dan motivasi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur yang berasal dari diri pembelajar sendiri yakni “sense of self Efficacy” dan “self – regulatory system”. Sense of self efficacy adalah keyakinan pembelajar bahwa ia dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan sesuai standar yang berlaku.

Self regulatory adalah menunjuk kepada 1) struktur kognitif yang memberi referensi tingkah laku dan hasil belajar, 2) sub proses kognitif yang merasakan, mengevaluasi, dan pengatur tingkah laku kita (Bandura, 1978). Dalam pembelajaran sel-regulatory akan menentukan “goal setting” dan “self evaluation” pembelajar dan merupakan dorongan untuk meraih prestasi belajar yang tinggi dan sebaliknya.

Menurut Bandura agar pembelajar sukses instruktur/guru/dosen/guru harus dapat menghadirkan model yang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap manajemen pembelajar, mengembangkan “self of mastery”, self efficacy, dan reinforcement bagi pembelajar.

Berikut Bandura mengajukan usulan untuk mengembangkan strategi proses pembelajaran yaitu sebagi berikut:
  1. Analisis tingkah laku yang akan dijadikan model yang terdiri :
  • Apakah karekter dari tingkah laku yang akan dijadikan model itu berupa konsep, motor skil atau efektif?
  • Bagaimanakah urutan atau sekuen dari tingkah laku tersebut?
  • Dimanakah letak hal-hal yang penting (key point) dalam sekuen tersebut?

2.    Tetapkan fungsi nilai dari tingkah laku dan pilihlah tingkah laku tersebut sebagai model.
  • Apakah tingkah laku (kemampuan yang dipelajari) merupakan hal yang penting dalam kehidupan dimasa datang? (success prediction)
  • Bila tingkah laku yang dipelajari kurang memberi manfaat (tidk begitu penting) model manakah yang lebih penting?
  • Apakah model harus hidup atau simbol? Pertimbangan soal biaya, pengulangan demonstrasi dan kesempatan untuk menunjukkan fungsi nilai dan tingkah laku.
  • Apakah reinforcement yang akan didapat melalui model yang dipilih?

3.    Pengembangan sekuen instruksional
  • Untuk mengajar motor skill, bagaimana caramengerjakan pekerjaan/kemampuan yang dipelajari :how to do this” dan bukannya “not this”.
          Langkah-langkah manakah menurut sekuen yang harus dipresentasikan secara perlahan-lahan


4.    Implementasi pengajaran untuk menunut proses kognitif dan motor reproduksi.

a. Motor Skill
  1. Hadirkan model
  2. Beri kesempatan kepada tiap-tiap pembelajar untuk latihan secara simbolik
  3. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk latihan dengan umpan balik visual

b. Proses Kognitif
  1. Tampilkan model, baik yang didukung oleh kode-kode verbal atau petunjuk untuk mencari konsistensi pada berbagai contoh
  2. Beri kesempatan kepada pembelajar untuk membuat ihtisar atau summary
  3. Jika yang dipelajari adalah pemecahan masalah atau strategi penerapan beri kesempatan pembelajar untuk berpartisipasi secaraaktif
  4. Beri kesempatan pembelajar untuk membuat generalisasi ke berbagai siatuasi.

e)    Teori Belajar Orang dewasa
Gagne membagi teori belajar dalam 3 famili :
  1. Conditioning
  2. Modeling
  3. Kognitif

Kingsley dan Garry membagi teori belajar dalam 2 bagian yaitu ;
  1.  Teori stimulus-respon
  2. Teori medan

Taba membagi teori belajar menjadi 2 famili :
  1. Teori asosiasi atau behaviorisme
  2. Teori organismik, gestalt dan teori medan


Di dalam pembahasan akan difokuskan pada teori belajar orang dewasa. Ada aliran inkuiri yang merupakan landasan teori belajar dan mengajar orang dewasa yaitu : “scientific stream” dan “artistic atau intuitive/reflective stream”. Aliran “scientific stream” adalah menggali atau menemukan teori baru tentang belajar orang dewasa melalui penelitian dan eksperimen . Teori ini diperkenalkan oleh Edward L. Thorndike dengan pubilkasinya “ Adult Learning”, pada tahun 1928.

Pada aliran artistic, teori baru ditemukan melalui instuisi dan analisis pengalaman yang memberikan perhatian tentang bagaimana orang dewasa belajar. Aliran ini diperkenalkan oleh Edward C. Lindeman dalam penerbitannya “ The Meaning of Adult Education” pada tahun 1926 yang sangat dipengaruhi oleh filsafat pendidikan John Dewey. Menurutnya sumber yang paling berguna dalam pendidikan orang dewasa adalah pengalaman peserta didik. Dari hasil penelitian, Linderman mengidentifikasi beberapa asumsi tentang pembelajar orang dewasa yang dijadikan fondasi teori belajar orang dewasa yaitu sebagai berikut :
  1. Pembelajar orang dewasa akan termotivasi untuk belajar karena kebutuhan. manajemen dan minat dimana belajar akan memberikan kepuasan
  2. Orientasi pembelajar orang dewasa adalah berpusat pada kehidupan, sehingga unit-unit pembelajar sebaiknya adalah kehidupan nyata (penerapan) bukan subject matter.
  3. Pengalaman adalah sumber terkaya bagi pembelajar orang dewasa, sehingga metode pembelajaran adalah analisa pengalaman (experiential learning).
  4. Pembelajaran orang dewasa mempunyai kebutuhan yang mendalam untuk mengarahkan diri sendiri (self directed learning), sehingga peran guru sebagai instruktur.
  5. Perbedaan diantara pembelajar orang dewasa semakin meningkat dengan bertambahnya usia, oleh karena itu pendidikan orang dewasa harus memberi pilihan dalam hal perbedaan gaya belajar, waktu, tempat, teori belajar  dan kecepatan belajar
Posted: 12 Dec 2010 12:59 PM PST OLEH ANDE SANJAYA

ABU DAUD.


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Imam Abu Dawud, merupakan salah satu dari Kutubut Tis'ah (sembilan kitab hadits utama di kalangan Sunni).
Abu Dawud adalah salah seorang perawi hadits, yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadits lalu memilih dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam kitab Sunan Abu Dawud. Untuk mengumpulkan hadits, beliau bepergian ke Arab Saudi, Irak, Khurasan, Mesir, Suriah, Nishapur, Marv, dan tempat-tempat lain, menjadikannya salah seorang ulama yang paling luas perjalanannya.
Bapak beliau yaitu Al Asy'ats bin Ishaq adalah seorang perawi hadits yang meriwayatkan hadits dari Hamad bin Zaid, dan demikian juga saudaranya Muhammad bin Al Asy`ats termasuk seorang yang menekuni dan menuntut hadits dan ilmu-ilmunya juga merupakan teman perjalanan beliau dalam menuntut hadits dari para ulama ahli hadits.
Abu Dawud sudah berkecimpung dalam bidang hadits sejak berusia belasan tahun. Hal ini diketahui mengingat pada tahun 221 H, dia sudah berada di Baghdad, dan di sana beliau menemui kematian Imam Muslim, sebagaimana yang beliau katakan: "Aku menyaksikan jenazahnya dan mensholatkannya".[1] Walaupun sebelumnya beliau telah pergi ke negeri-negeri tetangga Sajistaan, seperti khurasan, Baghlan, Harron, Roi dan Naisabur.[1]
Setelah beliau masuk kota Baghdad, beliau diminta oleh Amir Abu Ahmad Al Muwaffaq untuk tinggal dan menetap di Bashroh,dan beliau menerimanya,akan tetapi hal itu tidak membuat beliau berhenti dalam mencari hadits.
Untuk mengetahui lebih luas tentang perawi hadist “Imam Abu daud”, maka penulis akan membahas secara detail riwayat hidup beliau dalam dalam berbentuk Makalah sebagai berikut.[2]
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah,
1.      Bagaimana Biografi Imam Abu Daud?
2.      Bagaimana Silsilah Imam Abu Daud
3.      Berapa tanggal kelahiran Imam Abu Daud?
4.      Bagaimana Imam Abu Daud dalam Menuntut Ilmu?
5.      Apa-apa saja Karya-karyanya?
6.      Bagaimana Madhabnya?
7.      Bagaimana sejarah Penulisan Kitab Imam Abu Daud?
8.      Bagaimana Sistematika Penulisannya?
9.      Apa Isi Kitab Imam Abu Daud?
10.  Bagaimana Derajat Hadist Imam Abu Daud?
11.  Bagaimana pendapat Syarah dan Kedudukan Abu Daud?
12.  Apa Syarah Sunan Abu Daud?
13.  Bagaimana Kedudukan Imam Abu Daud?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Riwayat Hidup atau Biografi Imam Abu Daud.
2.      Untuk mengetahui Silsilah-silsilah yang ada dalam kehidupan Imam Abu Daud.
3.      Untuk mengetahui serta mengingat tanggal kelahiran Imam Abu Daud.
4.      Untuk mengetahui sejarah Imam Abu Daud dalam Menuntut Ilmu.
5.      Menjelaskan karya-karya yang pernah dibuat oleh Imam Abu Daud.
6.      Untuk Mengetahui Madhab Imam Abu Daud.
7.      Untuk mengetahui serta memahami sejarah Penulisan Kitab Imam Abu Daud.
8.      Untuk mengetahui Sistematika Penulisan Kitab sunan Abu Daud.
9.      Menjelaskan isi kitab Imam Abu Daud secara singkat.
10.  Untuk mengetahui Derajat Hadist Imam Abu Daud.
11.  Untuk mengetahui pendapat Syarah dan Kedudukan Abu Daud.
12.  Untuk mengetahui Syarah Sunan Abu Daud.
13.  Untuk mengetahui Kedudukan Imam Abu Daud.


















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Biografi Imam Abu Daud

1.      Silsilah Abu Daud
Beliau adalah Al-Imam Ats Tsabai Sayyidu Hufadz Sulaiman Ibnu Asy atas Ibn Ishaq Ibn Bisyri bin Syaddad bin Amar Bin Imron Al-Azdi as Sijistani, beliau adalah seorang hafidz yang terkemuka, seorang imam hadits disamping kepribadiannya yang wara, taat beribadah dan sangat mendalam pemahaman ajaran beliau merupakan penulis kitab semua yang telah populer.
Beliau menikah dan mempunyai beberapa orang putra salah satu putra beliau yaitu Abu Bakar Abdullah Bin Abu Daud bisa pergi bersama beliau untuk menghadiri halaqah yang digelar oleh para ulama, putera beliau juga seorang imam hadits dilahirkan tahun 230 H dan wafat tahun 316 H.
2.      Kelahiran dan Wafat
Beliau dilahirkan di Sijistan pada tahun 202 H = 817 M setelah penu dengan kegiatan ilmu, mengumpulkan dan menyebarluaskan hadits, Abu Daud Wafat di Bashrah pada usia 73 tahun. Beliau wafat pada hari Jum’at 16 Syawal tahun 275 H = 889 M. Beliau dimakamkan di samping makam Sufyan Ats-Tsaury, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada beliau.
3.      Keilmuan
Beliau meriwayatkan hadits dari Abdullah Ibn Maslamah. Al-Wa’nabi, Abdul Walid Ath-Thayalist, Abu Amar Al-Haudiy, Ibrahim Ibnu Musa, Al-Farra, Abu Bakar Ibn Abi Syaibah, Utsman Ibnu Abi Syaibah, Ahmad Ibnu Shalih, Ahmad Ibn Hambal, Yahya Ibn Ma’in, Ishaq Ibn Rahawaih, Abu Tsaur, Qutaibah Ibn Said, dan lain-lain. Sebagian gurunya ada yang menjadi guru Bukhari dan Muslim seperti Ahmad Ibn Hanbal, usman Bin Abu Syaibah dan Qutaibah Bin Said.

4.      Murid-muridnya
Ulama yang pernah menjadi muridnya dan meriwayatkan hadits-hadits antara lain :
Abu Isa At-Tirmidzi, Abu Abdur Rahman dan Nasai putranya sendiri. Abu Bakar Bin Abu Daud, Abu Awanah, Yaqub Ibn Ishaq Al-Isfirayini, Ahmad Bin Muhamad Bin Abi Bakar Bin Abdur Rozzaq Ibn Dasah At-Tammar dan Abu Ali Muhammad Bin Ahmad Ibn Amar Al Lu’lui.[3]
B.     Karya-karya Abu Daud
Abu Daud meninggalkan banyak karya, khususnya dalam bidang Hadits dan sebagian Ilmu Syariah pada umumnya karya-karya beliau tersebut ialah :
1)      Al-Maros
2)      Masail Al Imam Ahmad
3)      An Nasikh Wa Mansukh
4)      Risalah Fi Washfi Kitab Al Sunan
5)      Al Zuhd
6)       Ijabat An Sawalat Al-Ajuri
7)      Asilah An Ahmad Bin Hanbal
8)      Tasmiyat Al-Akhwan
9)      Kaul Qadr
10)  Al-Ba’tswa Al Nusyur
11)  ‘Ilallati Halafa ‘Alaih Al Imam Ahmad
12)  Dalail An Nubuwwat
13)  Fadha I’l Al Anshar
14)  Musnad Malik
15)  Ad Du’a
16)  Ibtida Al Wahyi
17)  At Tafarrud Fi Al Sunan
18)  Akhbar Al Khawariy
19)  A’alam An Nubuwat
20)  Sunan Abu Daud[4]

C.    Madhabnya
Syaikh Abu IshaqAs Syairazi dalam Tabaaiatul Fuqaha menggolongkan Abu Daud sebagai murid Imam Ahmad bin Hambal, begitu pula Qori Abdul Husain Muhammad Bin Qadi Abu Ya’la yang termaktub dalam kitab Tabaqatul Hanabilah. Penilaian ini disebabkan Imam Ahmad adalah guru Abu Daud yang istimewa ada yang mengatakan bahwa dia bermazhab Syafi’i.
D.    Sejarah Penulisan Kitab Sunan Abu Daud
Ada suatu kepastian bahwa beliau telah belajar Al-Qur’an dan literatur (bahasa) arab, serta sejumlah materi lainnya. Sebelum beliau memulai belajar hadits, kondisi seperti ini merupakan tradisi yang merakyat pada saat itu beliau melakukan rihlah sangat intensif sekali untuk mempelajari hadits.
Sebelum dewasa, beliau sudah mempersiapkan diri untuk melanglang ke berbagai negeri. Dia belajar hadits dari para ulama yang ditemaninya di Hijaz, Syam, Mesir, Irak, Jazirah Sagar, Khurasan, dan negeri lainnya. Pengembaraannya ke beberapa negeri itu mendapatkan hadits sebanyak-banyaknya, kemudian hadits itu disaring lalu ditulis pada kitab sunan.
Beliau menghabiskan waktunya selama 20 tahun di kota Tursusu, beliau berhasil meraih reputasi yang luas selama hidupnya. Pada saat Bashroh mengalami kegersangan akibat gangguan (serbuan) Zanji pada 257 H Gubernur Abu Ahmad pergi meminta mengunjungi Abu Daud di rumahnya di Baghdad dan meminta beliau pindah menetap di sana dengan harapan, kota yang gersang itu dapat direhabilitasi deengan kehadiran beliau dan dengan berkumpulnya para ulama dan murid-muridnya di sana.
Para ulama sangat menghormati, kemampuan adalah kejujuran dan ketakwaan beliau yang luar biasa. Abu Daud tidak hanya seorang perowi, pengumpul dan penyusun hadits tetapi juga ahli hukum yang handal dan kritikus hadits yang baik. Pada saat mengkritik mengkritik hadits Abu Daud biasanya memeriksa materi tertulis.
Sebelum Abu Daun menyusun kitab Jami, Kitab Musnad dan lain-lain yang isinya masih tercampur antara hadits-hadits hukum dengan hadits-hadits tentang ahlaq, cerita, berita dan nasihat-nasihat sedangkan kitab yang hanya mengandung hadits hukum saja. Abu Daud menemukan apa yang tidak ditemukan oleh ulama-ulama lain.
E.     Sistematika Penulisannya
Cara penulisan haditsnya ialah kalau hadits yang ditulis itu terdapat kelemahan mana ia menjelaskan dimana letak kelemahannya itu, sedangkan kalau hadits itu haditsyang shoheh maka beliau tidak memberikan komentar, beliau membukukan hadits tersebut sebagai ganti opini khusus dari para ulama terdahulu Beliau menyelesaikan sebanyak 4800 hadits dari 500.000 hadits Dari kenyataan itu memberi petunjuk bahwa Abu Daud sangat teliti dalam menyaring Hadits.
Abu Daud menyusun kitab yang khusus memuat sunnah dan hadits hukum, karena itu hadits yang diriwayatkan dari sudut sanad sangatlah berarti untuk saling menunjang terhadap hadits yang bertema sama. Abu Daud membagi kitab-kitab sanadnya dalam beberapa kitab. Setiap kitab dibagi menjadi beberapa bab, jumlah kitab sebanyak 35 buah diantaranya ada 3 kitab yang tidak dibagi ke dalam bab-bab sedangkan jumlah bab sebanyak 1871 buah.
F.     Isi kitab Imam Abu Daud
Menerangkan tentang hukum-hukum juga mengungkapkan hadits-hadits para Romawi yang tercela (dhoif) yang di dalamnya terdapat faham Ahli Irak, Mesir, Magrib, dan Negara-Negara Islam lainnya.
G.    Derajat Hadist Abu Daud
Jumlah ulama hadits menetapkan kitab sunan Abu Daud sebagai kitab hadits yang status standar pada peringkat ketiga. Haditsnya yang berjudul Sunan Abu Daud diakui sebagai karya paling klasik yang menjadi pegangan para ulam haidts pada masa sesudahnya.
Al Hafid Abu Sulaeman Al-Khitabhi dalam pendahuluan kitab maalimus sunan menuturkan : “Ketahuilah bahwa kitab as sunan karya Abu Daud merupakan kitab hadits yang baik, yang tidak dapat diimbangi oleh kitab lain Kitab ini telah mendapat respon yang baik dari umat Islam dan dapat menyelesaikan perselisihan di kalangan ulama dari ahli fiqih.
Ibnu Al Arabi slah seorang perowi kitab as sunan menyatakan “Seandainya ada orang yang memiliki ilmu sedikitpun selain mushaf dan Sunan Abu Daud maka ia tidak memerlukan yang lain” sedangkan menurut imam Abu Hamid Al-Ghazali “Kitab Sunan Abu Daud dapat dijadikan acuan bagi seorang mujahid yang ingin mengetahui hukum agama dengan haditsnya”. Ibu Qoyim menuturkan “Ketika kitab Sunan Abu Daud mendapat simpati dari ulama islam sebagai anugerah Allah terhadap penulisannya, kitab ini dapat mengompromi perselisihan mereka termasuk para penulis muslim”. Ali bin Hasan komentar bahwa beliau telah mempelajari kitab tersebut, Kitab Sunan ini adalah salah satu dari kitab terbaik dan terlengkap dalam bidang hadits hukum dan menempati posisi pertama setelah Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.[5]
H.    Pendapat Syarah dan Kedudukan Abu Daud
Menurut beliau (Imam Abu Duad) setelah Al-Qur’an beliau belum mengetahui kitab yang harus dipelajari selain kitab sunannya. Empat hadits dari kitab itu sudah cukup menjadi pegangan beragama bagi setiao orang diantaranya (salah satunya) :
Artinya    :   
Sesungguhnya segala perbuatan itu hanya menurut niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya pula dan barangsiapa yang hijrah karena untuk mendapatkan dunia atau karena perempuan yang ingin dikawininya maka hijrahnya hanyalah kepada apa yang ia hijrah kepadanya.
Artinya    :   
Termasuk dari kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan yang tidak berguna baginya.
Pernyataan Abu Daud itu dapat diberi penjelasan sebagai berikut : Adalah ajaran dasar tentang niat dan keikhlasan yang menjadi dasar utama dalam setiap amal yang bersifat agama maupun dunia
Hadits kedua adalah ajaran yang mendorong umatnya untuk melakukan setiap yang bermanfaat bagi agamanya dan dunianya.
1.      Syarah Sunan Abu Daud
Banyak ulama yang menulis kitab Syarah Sunan Abu Daud, kitab syarahnya adalah :
1)      Ma’aalimus Sunan
2)      Ainul Ma’bud ‘Ala Sunan Abi Daud
3)      Al Manhatu ‘Azba Al Maurud Syarhusunaah Abu Daud

2.      Kedudukan Abu Daud
Adalah seorang tokoh ahli hadits yang menghafal dan memahami hadits beserta ilatnya Al-Hafid Musa bin Harun berkata :
“Abu Daud diciptakan di dunia untuk hadits dan diakhirat untuk Surga”, para ulama memuji Abu Daud dan mengatakan bahwasanya beliau adalah seorang penghafal hadits yang sempurna, seorang yang mempunyai ilmu yang banyak faham yang tajam, baik dalam bidang hadits maupun yang lain. Pengakuan ulama tentang keahliannya di bidang hadits sangat beralasan untuk menempatkan abu Daud sebagai imam muhaddits ahli hadits yang besar dan terpercaya.




[1] Ash-Shiddieq. Y. Hasbi, Muhamad. Sejarah Perkembangan Hadits. Jakarta : PT. Bulan Bintang, 1988, hlm, 99

[2] Ibid, hlm, 101
[3] Syu’bah. Abu Muhammad, Muhammad, DR. Kutubussitah. Surabaya : Pustaka Progresif, 1999, hal 79
[4] Ibid, hlm, 87
[5] Al-Hasani, Al-Maliki, Bin Alawi Muhammad Sayid  Mutiara Pokok Ilmu Hadits. Bandung : Trigenda Karya, 1995,hlm, 95